Sunday, 31 July 2011

masih efektif?

"Kami sudah berusaha menjadi aktif. Tapi harga untuk itu cenderung tak masif. Tidakkah masalah pendidikan jadi hal yang sensitif? Ah, sistem primitif .." - @mitasharfina

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ini tulisan yang aku kicauin di twitter jaman pasca-olimpiade 2011. Agak nyudutin pihak tertentu emang, tapi begitu lah yang aku pikir, dan mungkin juga banyak dari temen-temen seperjuangan yang juga ngerasain hal sama. Kadang bingung, dimana letak 'bijak'nya suatu kebijakan yang dibuat untuk memprioritaskan hal lain, yang katanya lebih penting, tapi ngorbanin aspek pendidikan?

Nominal hadiah yang mengerut, piala yang mengecil, sertifikat yang menipis, dihapusnya karantina untuk dapetin bimbingan dari dosen, nanti apa lagi? Nominal uang bukan masalah besar sebenernya buat aku, tapi jadi hal yang ngecewain banget kalo karantina juga ikutan ditiadakan tahun ini. Aku punya harepan besar buat dapetin bimbingan materi yang gak semua orang bisa dapetin. Serius. Dan itu yang bakal ngebantu aku ngelangkah lebih dekat ke pencapaian yang aku mau.

Agak ribet memang kalo bidang yang kamu telateni bukan bidang yang umum, yang bisa kamu pelajari dari guru sekolahmu, atau kamu latih dengan melihat tutorial di youtube. Bidang yang bahkan saat kamu mencari refrensinya di perpustakaan sekolah atau internet, kamu masih aja susah buat mahamin isi keseluruhannya. Dan karantina yang dipandu dosen adalah salah satu cara terbaik kamu bisa dapetin pengetahuan yang kamu mau, tapi itu semua gak ada. Kamu kalah dengan sistem yang dibuat oleh orang yang (katanya sih) lebih berhak untuk membuatnya (tapi aku sendiri gak pernah yakin).

Jadi inget 2 tahun lalu, waktu aku niat daftar ke beberapa SMAN favorit di salah satu kota besar, tapi aku 'kalah' sebelum namaku sempet nangkring di daftar calon pemegang kursi biar hanya buat beberapa menit atau malah detik. Kuota yang cuma 5% untuk 'orang daerah', pesaing yang berlimpahnya kebangetan, modal NEM yang ... stop, mit. Semua orang pasti juga punya moment dimana mereka kecewa. Banyak yang jauh di bawah, tapi bisa berjuang melejit lebih tinggi. Kalo ada kemauan, insya Allah dibukakan jalan kok. Mungkin gak sekarang, tapi nanti.

Terakhir, buat kamu, kalian, dia, dan kita semua, semoga bisa jadi pribadi yang lebih cerdas buat ke depannya, bisa lebih bijak dalam tiap kebijakan apapun yang udah dibuat :)

Friday, 29 July 2011

'sedikit' penjelasan

di postinganku yang judulnya 'Quote of The Day', aku nulis kalo kecerdasan adalah salah satu pertimbangan yang kuat buat aku. Jangan diartiin sebagai kecerdasan di bidang eksak aja ya. Aku gak bakal langsung tegila-gila sampai epilepsi di tempat kok kalo ngeliat orang yang bisa ngerjain 100 soal essay fisika dalam waktu 3 menit. Dan gak juga bakal langsung kagum sambil joget-joget dengan mata berbinar-binar ala para cewek kasmaran di film hollywood kalo ngeliat cowok di bawah umur yang bisa lolos olimpiade matematika internasional.
Cowok dengan kecerdasan di bidang eksak emang keren. Tapi gak bakal ngejadiin aku sekeren cewek di atas, penari india bernama Hemalatha, yang mecahin rekor dunia dengan nari 5 hari 4 malam NONSTOP. gaul ya? 

 Dan tidak juga akan ngebuat aku dengan eksotisnya langsung joget macam ini

Gatau kenapa, hari ini ngerasa dapet 'sindiran halus' dari beberapa orang. Dimulai dari candaan temen sampai postingan si kakak. Kerasa .. apa yaa ... Terintimidasi dengan pernyataan. Halah -_-

Sebagai penjelas, kecerdasan yang aku maksud itu maknanya luaaaaaaaasss banget. Kecerdasan secara jiwa dan pikiran. secara IQ dan EQ. otak kanan dan kiri. Bagi aku, sekali lagi, kecerdasan bakal ngebawa orang itu ke sifat-sifat positif lainnya. Dan tidak melulu tentang memilih siapa partner seumur hidupku nanti, tapi juga tentang memilih hal-hal lainnya. misalnya kayak .. guru les, temen sekelompok, ato lainnya. Untuk urusan yang lebih serius dan bersifat jangka panjang bisa seperti memilih pengurus rumah, pengatur keuangan kantor, guru pendamping anak, ya apapun itu nantinya deh.

Mereka yang cerdas gak bakal mau bohong, karena tau bohong punya resiko. Tapi juga ngerti, jujur yang beresiko memiliki taktik buat menyiasatiya tanpa harus bohong. Aku inget cerita dari guru agamaku setahun lalu, namanya Pak Adi. Beliau bercerita bahwa suatu hari Nabi pernah bertemu oleh seorang berbadan kekar yang hendak memburu seorang muslim, Muslim itu ingin dikejarnya untuk lalu dibunuhnya, lalu si Kekar itu bertanya "Apa selama Nabi berada disini, Nabi melihatnya?", lalu Nabi melangkahkan kakinya dan menjawab, "tidak, Aku tidak melihatnya".

Nabi sedang tidak berbohong kan? Ia tetap jujur, karena dia sudah tidak berada di tempat yang ditunjukkan si Kekar dengan pedang panjangnya. Di sisi lain, Nabi tetap dapat melindungi si Muslim yang ingin di bunuh oleh si Kekar.

Beda cerita dengan orang yang jujur, tapi kurang cerdas. Ceritanya nanti bisa jadi kayak Joni Blak-Blakan di iklan yang lagi sering-seringnya lewat di layar tipi. Ribet kan. Jujur ke guru killermu kalo kamu gak suka lobang hidungnya jadi membesar 3-4x lipat tiap dia marah, dan itu berarti memangkas jatah oksigen seseorang, juga bisa gawat. Yang lebih parah, kalo saking jujurnya, ada cewek yang nolak cowok dengan alesan "jujur, aku gak suka ngeliat bulu ketekmu kadang keluar-keluar gitu saking panjangnya. Maaf ya ..". Bisa-bisa itu cewek malemnya langsung dibunuh dengan cara diiket lehernya pake bulu ketek yang udah disambung jadi satu sama si cowok. mati konyol deh. kasian kan? -_-

Bayangin aja deh, kalo bulu ketek 'sebuas' ini harus disambung jadi satu buat ngiket leher orang dan ngebunuh orang itu sampe mati. serem banget kan? Gak asik kan kalo nanti masuk koran dengan Headline "Mati Terjerat Bulu Ketiak di Leher" -_-

Contoh lagi deh. Orang yang cerdas pasti tau kapan dia harus tetep setia, dan kapan dia berhenti untuk konsisten terhadap seseuatu karena udah nemuin alesan untuk berhenti. Beda cerita dengan orang yang setia tapi gak cerdas. Setianya sama orang yang salah. Dianiaya, digampar, dipukulin, ditendang, semuanya tetep dia terima dan bertahan menjalin hubungan sama orang itu. Kayak di sinetron. Biasanya yang dapet peran ngenes kayak gini nih kaum hawa. Najis banget tiap aku ngelihatnya. Harga diri sebagai sesama kaum hawa seperti udah diinjek. Sebagai cewek, dapet peran yang super dikit kek, jangan yang lembut yang tertindas melulu. Ibu Kartini bisa nangis 7 hari 7 malem tuh kalo hidup lagi dan ngeliat cewek model gitu malah yang menuhin layar kaca Indonesia. Kalo aku yang jadi produser, udah kusurh rombak total naskahnya. Aku mau film berbobot yang pihak ceweknya lebih kuat dan gak manja. Hidup wanita!

Banyak lagi sebenernya yang pengen aku tulis. Tapi udahan dulu deh kayaknya. Cukup. Masih ada yang belum jelas?

cerita klasik

Cerita singkat yang sudah lumayan lama aku buat dalam bentuk .docx. cuma 4 paragraf fiktif. Iseng, tadinya. Tapi aku pikir, gak terlalu buruk juga untuk diselipin di antara postingan lain dalam blog ini.

------------------------------------------------------------
Dia menghela nafas panjang. Hujan memang sudah mereda, tapi malam semakin larut. Hampir 3 jam dia menunggu di teras rumah, tapi belum juga ada tanda-tanda orang yang dia tunggu akan datang. Balasan pesan singkat dari yang ditunggu pun belum juga ada. Padahal, bisa saja dia memilih untuk tidak menunggu lama seperti ini jika yang ditunggu memberi kepastian tentang kedatangannya. Dan .. bukannya hujan sudah mereda? Tentu bukan hujan yang membuat orang tersebut belum juga datang, pikirnya. Akhirnya, menunggu memang selalu jadi pilihannya untuk orang itu lagi. Ya, orang yang selalu sama.

Baju terusan berwarna putih yang dikenakannya sudah tidak lagi terlihat rapi. Sejak dia menunggu 3 jam lalu, baju itu terus ia remas-remas bagian ujungnya. Rasa gugup 3 jam lalu berubah menjadi rasa kesal yang tidak bisa lagi ia lampiaskan hanya dengan meremas-remas ujung baju terusan barunya itu. Mungkin sudah waktunya dia berhenti menunggu dan segera masuk kamar.

Duak! Belum sampai 4 langkah dia menuju pintu masuk, sisa tetesan air hujan yang menggenang di teras rumahnya membuat ia terpeleset dan kehilangan keseimbangan untuk berdiri. Baju putihnya seketika kotor, pergelangan tangannya pun terasa ngilu karena menghantam lantai dengan posisi salah. Semua berantakan hari ini.

Sampai di kamar, telefon genggamnya berdering tanda ada pesan singkat yang masuk. Buru-buru ia raih telefon genggamnya, berharap itu pesan singkat dari orang yang sejak tadi ia tunggu. Semoga bukan pesan-pesan sampah ajang promosi dari provider, batinnya. Benar saja, pesan singkat dari orang yang sudah dari tadi dia tunggu. Pergelangan tangannya masih sakit, tapi tidak untuk membuka pesan itu. Dibacanya perlahan. Satu kalimat maaf ditambah alasan klasik dan janji untuk tidak membuat menunggu di waktu berikutnya. dia hanya bisa tersenyum masam. Satu bagian dari dirinya ingin sekali marah, tapi bagian lainnya berusaha memaklumi. Dan bagian dirinya yang dapat memaklumi inilah yang menang. Ah sudahlah, sudah biasa. Bukannya memang selalu begitu?

--------------------------------------------------------------

Kadang gregetan. Sudah menunggu lama untuk satu rencana dan batal sempurna dengan pesan singkat bernada "sorry, mendadak gak bisa. next time aja ya. Aku janji". Dan bukan buat yang pertama ato kedua kali. Kelihatan enteng ya. Padahal sudah ngerampok apa yang gak bisa diambil lagi: waktu.

Gak munafik, beberapa kali aku mungkin juga ngelakuin itu. Diluar kesadaranku ato engga. Tapi yang aku percaya, berulang kali ngasih janji yang gak bisa aku tepatin di tiap kata setelah kata 'maaf'ku cuma akan ngebuat permintaan maafku terasa murah. Gak lagi berharga.

Stop deh ngebuat janji sejenis itu berulang-ulang. your 'next time' will be the next 'next time', right?

huh hah pedaaashh

Berapa hari yang lalu, entah dapet ilham dari mana, aku nyoba bertransaksi sebungkus keripik pedes 'maicih' di salah seorang temen. Keripik singkong biasa sebenernya, pedesnya yang luar biasa. Tapi berhubung penasaran 'di bagian mana sih orang bisa ketagihan makan ginian sampe diburu dimana-mana?', aku lanjut deh makan terus. Aku cemilin itu keripik sampai gigiku ngilu, gak peduli bibir berasa makin jontor karena kepedesan, pokoknya hajaaaaar!
ini loh logo dari maicih


Dengan notabene aku bukan pecinta pedes, makan keripik ginian jadi rintangan sendiri buat aku, khususnya lidah dan pencernaanku. Tapi emang dasar manusia, makin dicoba malah makin ketantang, aku gak mau cuma makan satu jenis keipik pedes. Aku beli lagi dengan merek beda, namanya basreng 'kribo', basreng ini sendiri kependekan dari baso goreng. gak sepedes maicih memang, tapi potongannya lebih tebel dan lebar.
Kalo yang ini logonya keripik 'kribo'

Gak oke banget kan nyemil keripik sendirian di kamar kayak orang frustasi ditinggal anak kabur, akhirnya aku bawa deh ke rumahnya temenku, Wening. Ngemil gitu emang lebih asik kalo ditambah 'bumbu' obrolan anget anget tai sapi. Di rumahnya, ditawarin lagi keripik 'seripik kingkong' level 2, biar level 2 tapi ngalah-ngalahin maicih level 5. beneran deh. Berasa ada api yang bisa nyembur dari mulut gitu tiap ngomong.
ini logonya 'seripik kingkong'

Ditemeni teh anget di atas meja bunder, makin persis lah kami kayak arisan ibu-ibu depresi. Aku, Wening, Dhani tetep aja lanjut ngunyah biarpun lidah sebenernya udah minta berhenti. Udah diingetin sebenernya buat gak kebanyakan makan, efek sampingnya siapa yang tau bakal bereaksi kapan. Masalah kan kalo besoknya pas lagi di tengah pelajaran BuLel tiba-tiba si perut ngasih sinyal buat cepetan ke WC.

Bencana bermula jam 3an dini hari. Pas lagi nyenyaknya tidur. Bumbu-bumbu pedes udah mulai bereaksi di sekitar lambung sampai usus besar. Tidur dengan mimpi optimum pun kandas lah sudah. Aku bangun, ngumpulin nyawa sambil megangin perut seksi ini. iya, seksi abis -_- sampai gak bisa aku gambarin gimana bentuknya.

Aku masuk WC dan memulai 'ritual'. Sensasinya luar biasaaa, diluar dugaan. Baru yakin, keripik pedes bisa jadi pencahar yang lebih efektif daripada pencahar di iklan yang dibintangin KD. itu loh, iklan yang ngegambarin si KD dengan ekspresi girang tak bersalah memperlihatkan karet celananya bisa ditarik-tarik. Secara gak langsung, iklan itu sebenernya ngasih persepsi ke anak-anak tak berdosa kalo "halal hukumnya narikin karet kolor di depan umum dengan ekspresi bahagia tidak tertahankan". eh kok jadi out of topic sih mit?

Lanjuuuut. Aku gak cuma sekali ato dua kali aja harus ke WC buat menunaikan panggilan alam yang satu ini.  Sampe ngilu rasanya harus ... ah sudahlah. Di sekolah, aku juga masih aja ngerasain sakit. Emang gak separah pas pertama dapet 'sinyal' sih, yah tetep aja ngeganggu. Tapi positifnya, aku jadi bisa bangun jauh lebih pagi dari hari-hari sebelumnya. dan ini artinya aku gak harus telat buat ke-3 kalinya dalam rentang waktu seminggu pertama masuk sekolah. fuah fuaaaaaah, leganya dobel.

Buat diambil pelajarannya aja, kalian yang gak kebiasa makan pedes, jangan coba deh ngemil keripik ginian malem-malem di hari efektif sekolah. itu ngerepotin banget nget. gak percaya? percayalah, kawan ...

Thursday, 28 July 2011

Quote of the day

"Kalo cowok gak bisa integral, buang aja jauh-jauh. Hari gini gak bisa integral? Pilih kok yang gak cerdas" -Pak Ismuji, guru matematika, ketika akan mengakhiri jam pelajarannya di kelas.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Bukan, bukan integral yang jadi pusat fokusnya, tapi kecerdasannya. Ketika kamu memilih seseuatu yang bersifat serius dan jangka panjang, kamu bakal punya pertimbangan-pertimbangan tertentu kan? Sama. Dan buat aku, dalam banyak hal, kecerdasan memang jadi salah satu pertimbangan kuat. Yahh, walaupun emang bukan satu-satunya yang mutlak. Kamu?

Sunday, 24 July 2011

singkat aja

Jengekelin adalah sudah terlanjur makan keripik super pedes dan baru inget kalo lagi puasa. Dibatalin sayang, diterusin juga seret di tenggorokan.

-----------------------------------------------------------------------------------

teledor? iya, itu aku -_-

sssht, diem aja

“kamu gak tau apa yang aku tau. Dan aku tau, kamu juga tidak cukup ingin tau. Tapi apa kamu tau? Tau-tau aku pun tau tentang semua yang kamu tau tapi tidak pernah kamu mau tau.”
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Gak ngerti? Yaudahlah .. memang sering ngerandom gini.

Rasanya tuh ...

Ngeselin adalah selalu dibuat menunggu oleh orang yang sebenernya gak pernah mau kamu tunggu
----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Rasanya tuh ...
Kayak dipaksa lompat sama guru sadis, mendaraaaaat dengan tragis, terus menuju kubangaaan paling najis.
Karena hidup (kadang) memang ironis.

serius deh. gak bohong.

Friday, 22 July 2011

cak cuk suroboyo

Pengen ngasih liat video lagi, hasil jelajah YouTube lagi. Udah lama sih ada di YouTube, dan mungkin udah banyak yang pernah nonton juga. Tapi gapapa lah, tambahan pengetahuan buat yang belum pernah nonton. iya, buat kalian tau kalo Indonesia punya video keren macem ini hasil produksi anak negri :)



Banggalah gimana 'kaya'nya bangsa ini, dalam aspek bahasa, makanan, kebudayaan. Emang banyak pake 'slang words' aseli suroboyo, tapi disitu khasnya dan sukses bikin ngikik. Yaaahh jangan sampai aja deh tokoh Si Suro dan Si Boyo juga diklaim sama tetangga *ups*

Thursday, 21 July 2011

cerita pengisi malam

(1)
"Kalo kamu bisa ngelihat gelembung imajinasiku disini, kamu pasti udah ngeliat banyak darah bercucuran" - seorang temen seangkatan, di dalam kendaraan umum, setelah diolokin temen lainnya. Olokannya emang candaan, tapi kayaknya engga berlaku juga sama jawaban yang satu ini.

(2)
"Hau mita koneng HAHAHA, mita koneng~ koneeeng~ kalo di manga, sekarang mukamu pasti udah digambarin suram, di pojokan ruangan, trus ada garis-garisnya di muka. toeeeng~ HAHAHA" - Iqbal Ismi, temen sekelas waktu masih di X4, waktu ngeliat aku gak tenang karena panik luar biasa.

(3)
"I may look calm outside. but inside, who knows? I've been killed you for more than 3 times" - tweet dari salah seorang followingku. Agak serem juga pas baca dan ngebayanginnya. Untung bukan ditujukan buat aku, semoga.

----------------------------------------------------------------------------

Dari 3 potongan ucapan di atas, menurut kalian, apa kaitannya? Kalo masih bingung, bisa deh dibaca ulang. Tapi kalo males mikir, biar aku yang bahas, karena emang itu yang pengen aku posting kali ini hehe.
Ketiganya kompakan ngeluarin hal yang dulu, pas kita masih kecil, selalu bisa kita keluarin dengan sangat bebas: imajinasi.

Sekarang, setelah umur kita makin dan makin bertambah, kita mulai diajarin buat ngehadepin realita dengan pemikiran realistis, bukan imajinatif. Berpikir sesuai dengan dasar dan teori yang berlaku. Kita mulai berpikir kalo apapun yang jatuh di muka bumi itu akan jatuh ke tanah karena pengaruh gravitasi, bukan melayang-layang ato terbang karena ada suatu kekuatan. Mulai berpikir kalo setiap unsur itu punya rumus kimianya masing-masing, bukan tercipta sendirinya hanya dengan kata 'sim salabim!'. Mulai berkeyakinan kalo ternyata proses pencernaan manusia harus melalui tahapan yang cukup panjang, bukan sekali masuk langsung keluar seperti gambaran komik-komik dulu. dan lainnya.

Tapi, diluar dari itu, aku masih sangat tertarik dengan cara orang berimajinasi dan imajinasinya. Dengan gaya yang lebih dewasa, malah kadang keliatan lebih keren. Unik. Bukannya tiap orang butuh imajinasi juga buat berkarya? Musisi, penulis, pelukis, semua butuh bumbu 'imajinasi' kan?

Aku dulu punya temen sekelas, namanya Iqbal, tapi aku manggil nama belakangnya, Ismi, karena udah kelewat banyak nama 'Iqbal' yang beredar. Nah, dia ini 'karikatur' di kelasku, apapun cerita tentang anak kelas, dia gambarin dalam bentuk komik. Ada yang dibuat agak berlebihan memang, tapi itu juga yang bisa bikin ketawa. ngelihat ekspresi wajah yang dia buat, kalimat yang kadang dia campur pake slang words, ato kalimat khas dari si guru yang ini dan itu, semuanya deh bikin kagum. Dia emang bukan orang yang terlalu menonjol di bidang akademis, tapi bakat gambar dan imajinasi ceritanya boleh deh dikasih 4 jempol.

Ngabisin jam kosong dengan ngerumpi random sama orang-orang seperti dia juga ngebuat aku berpikir out of the box. Kadang lucu juga kalo ngingetnya, gimana kalimat ngasalku bisa dilanjutin dengan seru. Dari yang cuma celetukan 'si Pak X udah uzur, garang, serem lagi mukanya, kayak bos mafia yang ada di film Y', bisa jadi obrolan penuh ngakak dari respon super-imajinatifnya mereka. Gila!

Sekali-kali coba juga deh buat lebih santai, gak selalu ada di zona serius. Ya, kadang aku juga suka lupa udah harusnya keluar dulu dari zona itu, untuk sebentar aja ngerasa lebih rileks. Karena itu, tulisan ini sekalian juga buat ngingetin kamu kalo mereka -yang kadang dianggep nerd, cupu, ato apapun deh sebutannya- juga punya seseuatu yang hebat. Setiap orang sebenernya punya bakat dan kecerdasan masing-masing kok, beda bidang aja. Gak harus selalu di akademis, seni, ato olahraga, bidang yang gak umum juga bisa.

Sampe Einstein aja, dengan kutipannya yang udah terkenal itu, pernah bilang kalo logika dapat mengantarmu dari A sampai Z, sedangkan imajinasi bisa mengantarmu dari A sampai tak hingga. Waw!

Terakhir, sekedar ngingetin, berhati-hati deh sama orang-orang yang keliatan kalem adem ayem aja dari luar hehe. siapa yang tau sih isi pikiran mereka, mereka bisa aja berimajinasi lebih buas dari apapun yang pernah kamu bayangin. Cuma dalam alam khayalnya, tapi siapa yang tau nantinya bisa kewujud beneran? Gak nakutin, anggep aja buat antisipasi, boleh dooong ;)

Monday, 18 July 2011

sejuta setuju

Aku tau, ini udah malem, udah harusnya tidur dan 6 jam lagi bangun buat siap-siap berangkat ke sekolah. Tapi gambar yang satu ini gak bisa aku tahan dulu buat postingnya-kapan-kapan-aja-deh. Lagian, cuma gambar kok, pasti bisa lah postingnya gak lama-lama *ngeles*

Aku comot dari tumblr juga, dan ... Wah, asli ini bener banget hahaha.

Eeh pas mau update di twitter, gak lama malah disapa 'sambungan peringatan'nya ..

aku pertegas 2 kalimat terakhirnya, "matikan sejenak gadgetmu. Pergilah belajar". jleb. Si jaringan kayak ngerti aja aku lagi ninggalin kewajiban buat persiapan tes pemetaan deh. Yaudah ah, udah semalem ini, horror kan kalo nanti malah nemu quote ato peringatan lain, yang mungkin kebetulan, tapi ngena tepat sasaran. nyesss. hahaha, lanjut lagi besok yah. good night, world! bye! ;)

coba resapi

Malem ini aku maraton dari twitter, tumblr, blog, sampai ke YouTube. Gak seharusnya sih, dengan catetan besok tes pemetaan, aku malah masih asik aja ngejelajah sana-sini. Tapi bukannya males, aku pikir gak efektif aja. nginget pengalaman taun lalu, tes pemetaan ini ambigu banget apa dasar dan tujuannya, karena toh akhirnya juga tetep gak ngerubah posisi kelas, gak ngaruh ke rapot, ato apapun itu. Lagian, buku pelajaran juga sebagian udah dikembaliin ke perpus, dan agak gak logis nelen materi 2 tahun dalem semalem. Malah banyak yang bilang, ini cuma tes formalitas buat ngisi kekosongan guru atau murid yang belum pulang dari liburan sekalian ngabisin LJK. Serah deh alesannya apa, sekarang mending aku bagi-bagi aja sedikit hasil maratonku tadi ya ;)

Ada yang follow akun twitter @yeahmahasiswa? Aku bukan salah satu followers mereka sih, tapi aku cukup ngerti isi timeline mereka. Kadang, kalo lagi bingung mau ngerjain apa, aku buka akun twitter sejenis itu, joke-joke dari realita sehari-hari yang dipadetin dalam 140 karakter. cuma sekedar buat lucu-lucuan sih, haha hihi ngilangin bosen. Eh ternyata, aku nemu link tumblr @yeahmahasiswa di bagian info yang mereka cantumin. Aku klik dan mulai nyimak isinya satu-satu, sampe gak kerasa udah nyampe page 22. Jangan kaget, tumblr memang lebih didominasi word pict, paduan tulisan dalam gambar, jadi gak butuh waktu terlalu lama buat baca sampe halaman ke-22 itu. Di situ, ada salah satu video yang bagi aku inspiratif. cekidot!


Awal nonton di detik pertama sampai pertengahan, aku masih mikir "kok gini sih? jadi nurunin semangat nasionalis yang nonton bisa-bisa. Terserah pendapat orang yang bikin sih, tapi jadi kurang layak aja buat disebarin". Trus, aku sadar ternyata aku nonton baru setengah, jadi aku lanjutin dulu sampai akhir. Nah di bagian tengah sampai akhir ini, yang dengan pembalikan putaran, bisa ngubah cara pandang juga. keren! Siapapun pembuat susunan kata atopun frasa dalam satu putaran itu aku yakin orang yang hebat. salut! (y)

Dari video yang diselipin di tumblr mereka itu, aku jadi mulai buka tab mengarah ke youTube, kali aja nemu yang kayak gitu lagi. Bener aja, masih lumayan banyak unggahan video bertema memotivasi begitu. Bisa kalian buka sendiri kalo mau, kali aja iseng dan butuh dorongan semangat hehe. Aku tunjukin lagi, satu yang bikin aku tertarik. selain tampilannya simpel, filosofinya 'ngena'. monggo disantap ...



Beberapa kali, sempet kepikir juga, seru kali ya kalo aku bisa bikin video, ngedirect, ngedit, semuanya, dan ditonton banyak orang. visualisasinya dapet, penyampaiannya jadi lebih enak aja. Dan gabung komunitas pecinta ato pembuat film gitu. stop, mit. lagi gak ngebahas angan-anganmu yang itu.
balik ke video di atas. haha jujur nih, aku ngerasa kesindir juga pas bagian gambar para semut itu mulai ngumpulin makanan bareng, tanpa dikomando. Mungikn kalian masih ada yang pikirannya nyeletuk 'apaan sih, ginian dong, lebay banget'. Tapi serius, coba deh diresapi, ada pesan berharga disitu :)

miskom

Jam di hp udah nunjukin setengah 1 lebih, dan aku masih aja lengket di kursi depan laptop ini. Postinganku yang sebelumnya, tentang pengen udahan karena bakal masuk sekolah hari pertama, aku langgar -_- gak konsisten banget ya? hahaha. bukan mauku, udah jadi jam biologisku juga sih buat selalu tidur larut. jadi akhirnya mutusin buat posting satu lagi deh sebelum ke kamar dan merem. iya, gimanapun gabisa tidur, tapi dicoba deh buat merem terus. Katanya, itu cara efektif kalo mau ngebiasain diri buat tidur biarpun belum pengen.

Balik ke topik yang sesuai judul itu ya .. aku malem ini komunikasinya lagi jelek banget kayaknya sama sistem provider. Ceritanya kan mau stop langganan paket lifestyle, tapi gak bisa. berkali-kali aku coba pake cara yang biasa aku gunain, sampe udah lewat 3 hari tetep belum bisa berhenti langganan. Rugi dong, pulsa berkurang dua ribu tiap hari tapi gak pernah aku gunain maksimal. puncaknya malem ini emosi, jadi aku sms begini nih ..


Udah agak stres emang, tau si 333 gak bakal bales tetep aja aku omelin. iya, keseeel. bukan agak stres sih sebenernya, tapi stres sekali. dan kurang kerjaan -_- jujur, aku gak sekali aja marahin operator sejenis ini. Kadang kalo lagi gencar sms promosi dan mood-senggol-bacok, aku juga bakal sms senada begini dengan kesadaran full. minoritas dari kalian pasti juga ada kan? ngaku ah. aku gak sendiri kok, aku tau. Haaaaa-ha apasih mit.



ehhh gak lama, temennya si 333 yang bales sms emosi labilku. dia, si 116, seolah ngejek aku dengan kalimat kayak gitu. lagi kesel, aku gamau kalah galak dong. gengsi.

Karena akhirnya aku berpikir cukup dewasa, ehem, aku mikir masalah gak bakal beres kalo gini terus. Mulai deh aku nyari solusi, nge-BBM temen-temen cara ngatasi problema ini. Dan ternyata ....


Yak, aku yang kurang care kayaknya sama sistem provider ini, jadi kurang update. well, ini cuma masalah miss communication kok. sekali lagi, miss communication.
agak serem juga ya, kalo miskom kayak aku dan para operator itu sering kejadi. maksudku gini, sekarang sudah waktunya aku tidur dan segera bangun lagi buat berangkat sekolah. Jaka sembung bawa gitar, gak nyambung jreng! krik krik

Sunday, 17 July 2011

merubah tampilan, sedikit

Baru aja aku nyoba ngotak-atik blog ini biar bisa kembali dibaca secara umum, gak di private lagi. Dan jadi agak kaget pas ada sedikit perubahan. yang awalnya seperti ini ...


jadi begini ...

Kelihatannya, emang gak terlalu banyak berarti. Tapi buat aku, yang kadang dengan random terlalu ekspresif mengedit tulisanku, ini jadi salah satu bantuan penting. penegasan ya, terlalu ekspresif, gak berarti kelewat kampungan kok. oke, nyadar ngelasku gagal -_- tapi seriusan, dengan model baru ini, upload foto jadi bisa langsung banyak dan gampang, ada underline juga, stabilo berbagai warna, strikethrough, daaaan lainnya.
sudah lama belum sih? norak nih :| atau ... apa aku sudah selama itu ninggalin blog? apa aku terlalu dini menyadari ini semua? jengjengjeeeeeeng, mulai dramatisir gak penting yehhh.

Aku juga ngedit biodata sama berbagai atribut di bawahnya itu, sedikit. tapi belum yakin penuh bakal tetep begitu, mungkin bakal ada perubahan-perubahan kecil lagi. Truuus, yang masih agak susah aku ubah itu tampilan yang paling mencolok: background dan variasi ruang tulisannya. ngerasa udah nyaman dengan warna biru dan gambar abstrak itu. kalo tulisannya .. udah rapi dengan begitu aja. Ada yang punya saran mungkin? supaya tiap pengunjung gak langsung 'close tab' begitu ngelihat tampilannya hehe.

kenapa hal-hal kecil kayak gitu aja keliatan aku pentingin? karena, ehem, itu bakal ngaruh sama persepsi awal pembaca pas mau mulai membaca tulisan kita loh. contoh gampang, aku pernah nemu sebuah blog, yang tampilannya kayak blog penawar produk, penuh banner kelap-kelip iklan khas dunia maya. bikin ilfil, hampir aku close. tapi pas baca, ternyata pemikiran si pemilik blog ini luar biasa! sayang aja kan kalo tulisan sedahsyat itu harus kerusak gara-gara 'tampilan' hehe :p

Aku gak berharap terlalu tinggi buat orang mau paham gimana sudut pandangku saat nulis seseuatu, tapi seenggaknya aku pengen apa yang aku sampein itu gak dibaca setengah-setengah. eh, ini udah diluar jalur banget ya tulisannya? suka keterusan gini deh, nyambung kesana-sini haha.

yaudah ah, yuk ditutup. besok aku sekolah hari pertama jadi siswi penguni bangku kelas 12. semoga semuanya aman lancar damai sejahtera sentosa sampai akhir tahun pelajaran, amiiin. bye!

perhatikan, dan kamu mengerti

Ada disana legaku tersemat. Diantara rentetan kata yang terangkai menjadi kalimat. Bisakah kamu dengar dengan kejelian teramat?


Kadang ada hal-hal yang bisa ngebuat kamu ngerasa jauh lebih nyaman atau lebih lega, tapi yang kamu lakukan akhirnya hanya diam dengan sedikit senyum. Gak salah memang, tapi bikin aku bingung. Dan … takut kalo nantinya ada kesalah-pahaman tentang arti diam dengan senyum itu. Ya, kadang.

berpikir ulang

Kalo bagi kamu memendam itu gak baik, apa dengan mengeluarkannya akan menjadi lebih baik? Belum tentu.

Aku diam. Gak berarti aku gak tau. Aku Cuma gak pengen keliatan bodoh dengan mengeluarkan kalimat yang tidak perlu. Kalimat yang mungkin akan membuat suasana semakin buruk. Tapi tidak juga diam selalu berarti emas. Ya, semua bakal lebih baik kalo aja tiap orang tau waktu yang tepat kapan harus bicara, dan kapan harus diam.

Hanya nuangin apa yang ada dalam pikiranku. Gak tentu aku lebih baik. Aku juga masih belajar memposisikan itu.

tanpa 'tapi'

“Hey kamu, ikatlah kabut pagi agar tak lekas pergi. Dan kenapa tidak juga tahan matahari yang segera meninggi? Aku penikmat subuh sunyi, kamu pun tau tentang ini”

Kadang jenuh ya sama rutinitas sehari-hari yang membisingi otakmu? Capek sama kegiatan padet yang gak ngasih kamu ruang untuk menikmati nafasmu sendiri? Aku juga. Coba deh bangun subuh, sebelum sinar matahari menembus jendela kamarmu, juga sebelum azan shubuh membangunkan tidurmu, dan sebelum burung-burung liar terlihat di luar rumah oleh matamu. Hening, dingin, dan sejuk. Aku suka, nyaman rasanya. Mungkin bisa kamu coba juga buat mencari inspirasi dan berpikir lebih jernih, atau setidaknya merenung betapa indah karunia-Nya dalam menciptakan subuhmu dan atmosfer yang kadang hilang tergeser aktifitas buru-buru di pagi hari J

Friday, 15 July 2011

hey, aku kembali!


setelah vakum dari dunia blog yang dulu sempet bikin aku keranjingan nulis, akhirnya sekarang kesampaian juga buat aktifin blog ini lagi. yaaaay!

mau bikin semacem prolog kedatenganku kembali ahh, sabar yah bacanya ;)
Agak bingung sebenernya mau mulai nulis dari mana dan kayak apa. gak asik aja kan, kalo sudah lama banget gak posting apa-apa dan tiba-tiba muncul lagi dengan cerita ambigu ala aku. terakhir kali posting itu 13 desember 2010, dan sekarang sudah juli 2011, lumayan lama juga buat orang yang sebelumnya bisa publish 3 postingan dalem sehari kayak aku. gak, gak nyombong, tapi aku kadang emang sering kayak kerasukan kalo sudah berhadepan dengan keyboad komputer dan media pengolah tulisan di komputer.

mungkin ada yang bakal nanya, kenapa berhenti nulis? hmm ... eh? gak ada yang nanya nih? oke, fine. aku mau jawab jawab sendiri aja deh -_- sebenernya gak berhenti nulis kok, aku masih suka ngetik, tapi gak di blog. aku nulisnya dalam bentuk draft. bisa Microsoft Word atau memo di hp, tergantung. Trus, kenapa berhenti aktif ngeblog? Nahh, itu inti yang pengen aku tulis sekarang ..

Awalnya, gak ada niat sama sekali nutup blog ini. Tapi setelah sebulan sampai dua bulan lewat dari postingan yang terakhir, mulai mikir buat ditutup dulu aja. Kasian kan pengunjung blog yang mampir, tiap dateng isinya belum berubah juga, bosenin. Yaudah deh, gausah ngeblog dulu aja. Selain alesan internet rumah yang suka kumat, aku juga kayak kehabisan waktu buat cuma sekedar nulis beberapa kalimat. aku pikir, paling 2-3 minggu bakal aku aktifin lagi.

ternyata enggak. setelahnya, aku malah ngerasa lebih nyaman buat nulis tapi bukan di media blog, media yang semua orang bisa baca gini. Abisnya ... kadang risih kalo tiap tulisan randomku sering dihubung-hubungin sama orang yang ini dan itu. beberapa memang benar, tapi banyak juga yang ngasal parah -_- dan lebih risih lagi, kalo ada temen yang nanyanya to the point, langsung, gak pake filter, di depan mata. ciamik!
Makanya, aku belajar lebih ngontrol apa yang bakal aku tuangin ke blog. bukan berarti aku membatasi potensiku berkarya, tapi privasi dari tulisan yang aku buat pada akhirnya cuma aku sendiri yang bisa mengatur dan menjaganya. Kalo gak pengen ditanya-tanya dengan pertanyaan tertentu, ya gak perlu nulis seseuatu yang bisa memancing juga dong? gitu simpelnya.

kayaknya udah cukup ya prolognya? hehe yaudah ah, aku mau mulai aktif lagi ngeblog :) Oh ya, beberapa postingan yang bakal aku publish setelah ini adalah tulisan-tulisan dari draftku yang udah aku saring. Buat yang belum terbiasa sama tulisanku, mungkin bakal nganggep aku orang yang mellow. enggak kok, kadang memang begitu caraku bermain kata dan diksi. oke, selamat membaca!