Sunday, 31 July 2011
masih efektif?
Friday, 29 July 2011
'sedikit' penjelasan
cerita klasik
------------------------------------------------------------
Dia menghela nafas panjang. Hujan memang sudah mereda, tapi malam semakin larut. Hampir 3 jam dia menunggu di teras rumah, tapi belum juga ada tanda-tanda orang yang dia tunggu akan datang. Balasan pesan singkat dari yang ditunggu pun belum juga ada. Padahal, bisa saja dia memilih untuk tidak menunggu lama seperti ini jika yang ditunggu memberi kepastian tentang kedatangannya. Dan .. bukannya hujan sudah mereda? Tentu bukan hujan yang membuat orang tersebut belum juga datang, pikirnya. Akhirnya, menunggu memang selalu jadi pilihannya untuk orang itu lagi. Ya, orang yang selalu sama.
--------------------------------------------------------------
Kadang gregetan. Sudah menunggu lama untuk satu rencana dan batal sempurna dengan pesan singkat bernada "sorry, mendadak gak bisa. next time aja ya. Aku janji". Dan bukan buat yang pertama ato kedua kali. Kelihatan enteng ya. Padahal sudah ngerampok apa yang gak bisa diambil lagi: waktu.
Gak munafik, beberapa kali aku mungkin juga ngelakuin itu. Diluar kesadaranku ato engga. Tapi yang aku percaya, berulang kali ngasih janji yang gak bisa aku tepatin di tiap kata setelah kata 'maaf'ku cuma akan ngebuat permintaan maafku terasa murah. Gak lagi berharga.
Stop deh ngebuat janji sejenis itu berulang-ulang. your 'next time' will be the next 'next time', right?
huh hah pedaaashh
Thursday, 28 July 2011
Quote of the day
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bukan, bukan integral yang jadi pusat fokusnya, tapi kecerdasannya. Ketika kamu memilih seseuatu yang bersifat serius dan jangka panjang, kamu bakal punya pertimbangan-pertimbangan tertentu kan? Sama. Dan buat aku, dalam banyak hal, kecerdasan memang jadi salah satu pertimbangan kuat. Yahh, walaupun emang bukan satu-satunya yang mutlak. Kamu?
Sunday, 24 July 2011
singkat aja
-----------------------------------------------------------------------------------
teledor? iya, itu aku -_-
sssht, diem aja
Rasanya tuh ...
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rasanya tuh ...
Kayak dipaksa lompat sama guru sadis, mendaraaaaat dengan tragis, terus menuju kubangaaan paling najis.
Karena hidup (kadang) memang ironis.
serius deh. gak bohong.
Friday, 22 July 2011
cak cuk suroboyo
Thursday, 21 July 2011
cerita pengisi malam
Sampe Einstein aja, dengan kutipannya yang udah terkenal itu, pernah bilang kalo logika dapat mengantarmu dari A sampai Z, sedangkan imajinasi bisa mengantarmu dari A sampai tak hingga. Waw!
Monday, 18 July 2011
sejuta setuju
aku pertegas 2 kalimat terakhirnya, "matikan sejenak gadgetmu. Pergilah belajar". jleb. Si jaringan kayak ngerti aja aku lagi ninggalin kewajiban buat persiapan tes pemetaan deh. Yaudah ah, udah semalem ini, horror kan kalo nanti malah nemu quote ato peringatan lain, yang mungkin kebetulan, tapi ngena tepat sasaran. nyesss. hahaha, lanjut lagi besok yah. good night, world! bye! ;)
coba resapi
miskom
Sunday, 17 July 2011
merubah tampilan, sedikit
jadi begini ...
perhatikan, dan kamu mengerti
Kadang ada hal-hal yang bisa ngebuat kamu ngerasa jauh lebih nyaman atau lebih lega, tapi yang kamu lakukan akhirnya hanya diam dengan sedikit senyum. Gak salah memang, tapi bikin aku bingung. Dan … takut kalo nantinya ada kesalah-pahaman tentang arti diam dengan senyum itu. Ya, kadang.
berpikir ulang
Kalo bagi kamu memendam itu gak baik, apa dengan mengeluarkannya akan menjadi lebih baik? Belum tentu.
Aku diam. Gak berarti aku gak tau. Aku Cuma gak pengen keliatan bodoh dengan mengeluarkan kalimat yang tidak perlu. Kalimat yang mungkin akan membuat suasana semakin buruk. Tapi tidak juga diam selalu berarti emas. Ya, semua bakal lebih baik kalo aja tiap orang tau waktu yang tepat kapan harus bicara, dan kapan harus diam.
Hanya nuangin apa yang ada dalam pikiranku. Gak tentu aku lebih baik. Aku juga masih belajar memposisikan itu.
tanpa 'tapi'
“Hey kamu, ikatlah kabut pagi agar tak lekas pergi. Dan kenapa tidak juga tahan matahari yang segera meninggi? Aku penikmat subuh sunyi, kamu pun tau tentang ini”
Kadang jenuh ya sama rutinitas sehari-hari yang membisingi otakmu? Capek sama kegiatan padet yang gak ngasih kamu ruang untuk menikmati nafasmu sendiri? Aku juga. Coba deh bangun subuh, sebelum sinar matahari menembus jendela kamarmu, juga sebelum azan shubuh membangunkan tidurmu, dan sebelum burung-burung liar terlihat di luar rumah oleh matamu. Hening, dingin, dan sejuk. Aku suka, nyaman rasanya. Mungkin bisa kamu coba juga buat mencari inspirasi dan berpikir lebih jernih, atau setidaknya merenung betapa indah karunia-Nya dalam menciptakan subuhmu dan atmosfer yang kadang hilang tergeser aktifitas buru-buru di pagi hari J
Friday, 15 July 2011
hey, aku kembali!













